POSITION OF ‘IDDAH IN DIVORCE QABLA AL-DUKHÛL

A COMPARATIVE STUDY OF ISLAMIC FAMILY LAW REFORM IN INDONESIA AND BRUNEI DARUSSALAM

  • Nabilah Falah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Kata Kunci: ‘Iddah, Qabla al-dukhûl, Indonesia, Brunei Darussalam

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketentuan ‘iddah qabla al-dukhûl (masa tunggu sebelum terjadinya hubungan suami istri) dalam pandangan hukum Indonesia dan Brunei Darussalam. Penelitian ini berjenis Yuridis Normatif dengan pendekatan perbandingan atau komparatif melalui data sekunder berupa aturan perundang-undangan yang di analisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ketentuan, ‘iddah di Indonesia diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang tidak mewajibkan ‘iddah bagi wanita yang bercerai sebelum terjadinya hubungan fisik. Sementara itu, Brunei Darussalam, yang menganut hukum Syariah, mewajibkan ‘iddah meskipun perceraian terjadi sebelum hubungan seksual, dengan ketentuan larangan menikah dengan orang lain tanpa izin hakim Syariah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan hukum adat setempat dalam menetapkan ketentuan hukum keluarga Islam.

Referensi

Pustaka Yang Berupa Buku:
Manan, Abdul. (2011), Fiqih Lintas Madzhab: Hanafi,Maliki, Syafi’i, Hambali, Kediri: Pp-Al Falah Ploso Mojo
Mudhzar, M. Atho (1999). Studi Hukum Islam dengan Pendekatan Sosiologi, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga.
Sing, [Kho Tjay (1984). Hukum Perdata; Hukum Perseorangan dan Keluarga, Semarang: Loka Cipta.
Soemitro, Ronny Hanitijo. (1994). Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Pustaka Yang Berupa Makalah/Jurnal Ilmiah:
Bariah, Oyoh & Ferianto Ferianto. (2024). Legal Implications of Marriage During the '‘iddah Period: Analytical Study of the Opinions of Fiqh. Scholars International Journal Ihya’ ‘Ulum al-Din, 26, (1), 10-22, https://doi.org/10.21580/ihya.26.1.20519
Bidayati, Kholis. (2021). “Dinamika Pembaharuan Hukum Keluarga Islam Di Negara Muslim (Studi Atas Negara Malaysia Dan Brunei Darussalam)”, ADHKI: Journal of Islamic Family Law, 3, (1), 51-68, https://doi.org/10.37876/adhki.v3i1.45
Effendi, Ahmad. (2022). Melayu Islam Beraja: Ideologi Negara Brunei Darussalam, Tafhim Al-‘Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 13, (2), 195-213, https://doi.org/10.37459/tafhim.v13i2.5549
Fitrianoor, Wahyu. (2023). “Hukum Perkawinan Muslim Di Brunei Darussalam (Studi Analisis Maslahat At-Tufi)”, Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2 (1), 17-32, https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v1i2.320
Mashuri. (2023). Hukum Keluarga Islam Melayu di Brunei Darussalam”, JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad, 1, (3), 101-107, https://doi.org/10.5281/zenodo.8397720
Mustaqim, Misbah Nggulam “Mahar Dalam Perceraian Qobla Dukhul”, https://pa-taliwang.go.id/
Rohmah, Ulin Nadya Rif’atur dan Miftahul Huda. (2020). “Ketentuan Hukum Keluarga di Brunei Darussalam dan Indonesia”, Jurnal PIKIR: Jurnal Studi Pendidikan Dan Hukum Islam, 1-18, ejournal.staidapondokkrempyang.ac.id
Saputra, Wahyu & Ning Adiasih. (2024) “Analisis Yuridis Perceraian Pada Pengadilan Agama Di Negara Indonesia Dan Brunei Darussalam”, Jurnal Reformasi Hukum Trisakti, 6, (1), 230-240, https://doi.org/10.25105/refor.v6i1.19510
Zahara, Alfi Wahyu & Muhammad Hilmi Ajjahidi. (2023). Dinamika Hukum Keluarga Terhadap Pengaturan Perceraian Di Indonesia Dan Beberapa Negara Muslim Di Dunia” TAHKIM: Jurnal Peradaban dan Hukum Islam, 6 (2), 35-54, https://doi.org/10.29313/tahkim.v6i2.11732
Diterbitkan
2025-03-15