The Tuhor Tradition In Marriage Among The South Tapanuli Community The Dialictic Between Custom and Islamic Law

  • Ahmad Soleh Hasibuan Universitas Islam Negeri Sekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Sawaluddin Siregar Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Kata Kunci: Islamic law, Marriage customs, Socio-legal study, Tapanuli Selatan, Tuhor

Abstrak

Tradisi tuhor dalam perkawinan masyarakat Tapanuli Selatan merupakan praktik adat yang memiliki makna sosial, ekonomi, dan religius yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penentuan kuantitas tuhor serta dialektika antara nilai-nilai adat dan prinsip hukum Islam dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosio-hukum (socio-legal approach), melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, ulama, dan pasangan pengantin, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuhor tidak hanya dipahami sebagai pemberian material kepada keluarga mempelai perempuan, tetapi juga sebagai simbol kehormatan, tanggung jawab moral, dan bentuk penghargaan terhadap hubungan kekerabatan. Dalam perspektif hukum Islam, tuhor memiliki kesamaan prinsip dengan mahar yang menekankan keikhlasan dan keadilan, namun praktik di lapangan sering kali dipengaruhi oleh gengsi sosial dan nilai prestise keluarga. Ketegangan antara adat dan hukum Islam terjadi ketika penentuan jumlah tuhor melampaui batas kemampuan ekonomi pihak laki-laki, sehingga berpotensi menyulitkan pelaksanaan akad nikah. Penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi antara nilai adat dan hukum Islam agar tradisi tuhor tetap mencerminkan kearifan lokal tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan kemaslahatan yang diajarkan dalam Islam. 

##submission.authorBiography##

##submission.authorWithAffiliation##

Abadi, B. P. (2020). Konsep Mahar Dalam Perspektif Imam Syafi’i Dan Kompilasi Hukum Islam. Isti’dal; Jurnal Studi Hukum Islam, 7(1).

Adi Gunawan Harahap, Sawaluddin Siregar, Z. E. H. (2024). Eksistensi Pandongani Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Adat. Jurnal Hukum Dan Ilmu-Ilmu Kesyariahan, 1(2), 169–183. https://ejournal.yayasanbhz.org/index.php/Itiqadiah/index

Alfarisi, A. H., Rokib, M., Tinggi, S., Islam, A., Ulum, D., Islam, U., & Madura, N. (2025). TRADISI TUNANGAN DALAM ISLAM 1. AR-RISALAH JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION, 1(1), 92–105. https://doi.org/10.28944/hudanlinnaas.v2i1.424.93

Azni, Wahidin, Rahmad Kurniawan, A. J. (2022). TINJAUAN KEHU JAHAN ‘ URF TERHADAP IJAB QABUL DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Al-Fikru; Jurnal Ilmiah, XVI, 69–81.

Bardan, F. (2021). Penentuan Kuantitas Mahar Adat Perkawinan di Desa Neurok Kecamatan Geulumpang Tiga Kabupaten Pidie Dalam Perspektif Fiqh Syafi ’ iyyah. JURNAL AL-FIKRAH, 10(2), 151–167.

Cici Handayani, F. A. (2023). Urgensi Mahar Dalam Perkawinan Perspektif Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(April), 73–81.

Dwi Fathir, M. F. A., & Institut. (2023). KONSEP KEDUDUKAN MAHAR DALAM PERKAWINAN ISLAM MENURUT IMAM SYAFI’I. Jurnal Pro Justicia, 3(2), 114–126.

Harahap, A. M. (2024). Pengaruh perbedaan budaya dan tradisi dalam pernikahan antar etnis terhadap stabilitas rumah tangga di kota padangsidimpuan. El-Sirry: Jurnal Hukum Islam Dan Sosial, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.24952/ejhis.v2i1.11016

 

Ikhsan, M. (2022). Mahar emas dalam pernikahan adat masyarakat aceh pidie. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Mu’amalah, 10(September), 54–59.

Jumiyati, Abd. Hakim, Anwar, W. A., Wahyu, A. R. M., & Putri Kurniati. (2024). Menelusuri Tradisi Tukar Cincin dalam Mappetuada: Implikasi Maqasidh Al-Syariah terhadap Keluarga dan Masyarakat. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 11(2), 166–180. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v11i2.51772

Kafi, A. (2020). MAHAR PERNIKAHAN DALAM PANDANGAN HUKUM DAN PENDIDIKAN ISLAM Abd. Jurnal Paramurobi, 3(1), 55–62.

Lapanca, R. I. (2021). MAHAR DAN UANG BELANJA PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI MONGKOINIT LOLAK BOLAANG MONGONDOW. Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 14–23.

Nisa’, K., & Darmawan, D. (2021). Transformasi Mahar Perkawinan Melalui Estetika di Desa Paberasan Kabupaten Sumenep. Al-Hukama’, 11(2), 140–166. https://doi.org/10.15642/alhukama.2021.11.2.140-166

Nusi, D. A. J., Kasim, N. M., Dungga, W. A., Ilmu, M., Universitas, H., Gorontalo, N., & Gorontalo, K. (2023). Analisis yuridis kedudukan mahar dalam hukum perkawinan 1,2,3. Jurnal Ilmu Hukum The Juris, VII(2), 471–476.

Rahmat ramdhani, hosen, puji pratiwi,  sawaluddin siregar. (2024). TRADISI MANGOLAT DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT TAPANULI SELATAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. I’tiqadiah:Jurnal Hukum Dan Ilmu-Ilmu Kesyariahan, 1(2), 112–124.

Rasyid, A., & Siregar, S. (2022). Fenomena Menarik Perkawinan Dibawah Umur Menjadi Trend Masa Kini di Bittuju Tapanuli Selatan. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 4(1), 61–68. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i1.1571

Siregar, S. (2022). Pradigma Hukum Islam dan Hukum Positif Pada perkawinan di Bawah Umur Tanpa Izin Orangtua. Jurnal Al-Maqasid; Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Keperdataan, 106–117.

Siregar, S., & Mardiah, M. (2021). RELEVANSI TERM KAFA’AH PADA PERNIKAHAN ADAT BATAK MANDAILING DI TABAGSEL. Jurnal AL-Hukama, 7(2), 290–302.

Sugiono, B. (2011). Kualitas dan Kuantitas Mahar dalam Perkawinan (Kasus Wanita yang Menyerahkan Diri kepada Nabi Saw) Bambang. Asy-Syirka; Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 45(Ii).

Syarifuddin, & Fiqh, G. B. (2017). Pembatasan Jumlah Mahar Melalui Keputusan Musyawarah Adat Kluet Timur. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 1(1).

Zulaifi. (2022). Konsep Mahar Menurut Pemikiran Ulama Empat Mazhab dan Relevansinya di Era Kontemporer. QAWWAM: JOURNAL FOR GENDER MAINSTREAMING, 16(2), 105–120. https://doi.org/10.20414/qawwam.v16i2.5348

Referensi

Abadi, B. P. (2020). Konsep Mahar Dalam Perspektif Imam Syafi’i Dan Kompilasi Hukum Islam. Isti’dal; Jurnal Studi Hukum Islam, 7(1).

Adi Gunawan Harahap, Sawaluddin Siregar, Z. E. H. (2024). Eksistensi Pandongani Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Adat. Jurnal Hukum Dan Ilmu-Ilmu Kesyariahan, 1(2), 169–183. https://ejournal.yayasanbhz.org/index.php/Itiqadiah/index

Alfarisi, A. H., Rokib, M., Tinggi, S., Islam, A., Ulum, D., Islam, U., & Madura, N. (2025). TRADISI TUNANGAN DALAM ISLAM 1. AR-RISALAH JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION, 1(1), 92–105. https://doi.org/10.28944/hudanlinnaas.v2i1.424.93

Azni, Wahidin, Rahmad Kurniawan, A. J. (2022). TINJAUAN KEHU JAHAN ‘ URF TERHADAP IJAB QABUL DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Al-Fikru; Jurnal Ilmiah, XVI, 69–81.

Bardan, F. (2021). Penentuan Kuantitas Mahar Adat Perkawinan di Desa Neurok Kecamatan Geulumpang Tiga Kabupaten Pidie Dalam Perspektif Fiqh Syafi ’ iyyah. JURNAL AL-FIKRAH, 10(2), 151–167.

Cici Handayani, F. A. (2023). Urgensi Mahar Dalam Perkawinan Perspektif Kompilasi Hukum Islam. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(April), 73–81.

Dwi Fathir, M. F. A., & Institut. (2023). KONSEP KEDUDUKAN MAHAR DALAM PERKAWINAN ISLAM MENURUT IMAM SYAFI’I. Jurnal Pro Justicia, 3(2), 114–126.

Harahap, A. M. (2024). Pengaruh perbedaan budaya dan tradisi dalam pernikahan antar etnis terhadap stabilitas rumah tangga di kota padangsidimpuan. El-Sirry: Jurnal Hukum Islam Dan Sosial, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.24952/ejhis.v2i1.11016

Ikhsan, M. (2022). Mahar emas dalam pernikahan adat masyarakat aceh pidie. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Mu’amalah, 10(September), 54–59.

Jumiyati, Abd. Hakim, Anwar, W. A., Wahyu, A. R. M., & Putri Kurniati. (2024). Menelusuri Tradisi Tukar Cincin dalam Mappetuada: Implikasi Maqasidh Al-Syariah terhadap Keluarga dan Masyarakat. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 11(2), 166–180. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v11i2.51772

Kafi, A. (2020). MAHAR PERNIKAHAN DALAM PANDANGAN HUKUM DAN PENDIDIKAN ISLAM Abd. Jurnal Paramurobi, 3(1), 55–62.

Lapanca, R. I. (2021). MAHAR DAN UANG BELANJA PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI MONGKOINIT LOLAK BOLAANG MONGONDOW. Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 14–23.

Nisa’, K., & Darmawan, D. (2021). Transformasi Mahar Perkawinan Melalui Estetika di Desa Paberasan Kabupaten Sumenep. Al-Hukama’, 11(2), 140–166. https://doi.org/10.15642/alhukama.2021.11.2.140-166

Nusi, D. A. J., Kasim, N. M., Dungga, W. A., Ilmu, M., Universitas, H., Gorontalo, N., & Gorontalo, K. (2023). Analisis yuridis kedudukan mahar dalam hukum perkawinan 1,2,3. Jurnal Ilmu Hukum The Juris, VII(2), 471–476.

Rahmat ramdhani, hosen, puji pratiwi, sawaluddin siregar. (2024). TRADISI MANGOLAT DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT TAPANULI SELATAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. I’tiqadiah :Jurnal Hukum Dan Ilmu-Ilmu Kesyariahan, 1(2), 112–124.

Rasyid, A., & Siregar, S. (2022). Fenomena Menarik Perkawinan Dibawah Umur Menjadi Trend Masa Kini di Bittuju Tapanuli Selatan. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 4(1), 61–68. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i1.1571

Siregar, S. (2022). Pradigma Hukum Islam dan Hukum Positif Pada perkawinan di Bawah Umur Tanpa Izin Orangtua. Jurnal Al-Maqasid; Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Keperdataan, 106–117.

Siregar, S., & Mardiah, M. (2021). RELEVANSI TERM KAFA’AH PADA PERNIKAHAN ADAT BATAK MANDAILING DI TABAGSEL. Jurnal AL-Hukama, 7(2), 290–302.

Sugiono, B. (2011). Kualitas dan Kuantitas Mahar dalam Perkawinan (Kasus Wanita yang Menyerahkan Diri kepada Nabi Saw) Bambang. Asy-Syirka; Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 45(Ii).

Syarifuddin, & Fiqh, G. B. (2017). Pembatasan Jumlah Mahar Melalui Keputusan Musyawarah Adat Kluet Timur. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 1(1).

Zulaifi. (2022). Konsep Mahar Menurut Pemikiran Ulama Empat Mazhab dan Relevansinya di Era Kontemporer. QAWWAM: JOURNAL FOR GENDER MAINSTREAMING, 16(2), 105–120. https://doi.org/10.20414/qawwam.v16i2.5348

Rahmadi, J. P., Pratama, F. H., Darmawan, S., Prasetya, A. P., & Wulandari, P. K. (2025). Dominance of the Batu City tourism sector by Jatim Park Group. Qoumun: Journal of Social and Humanities, 1(1), 44–52.

Sa'adah, N. W., Amalia, F., & Mustafidah, H. (2025). Implementation of Qur'an Hadith learning at MTs Al-Umm Karawang. Qoumun: Journal of Social and Humanities, 1(2), 89–98.

Sari, E. F., Sholihah, T. T., Islamiyah, H. L., Nabila, N. Q., Nyo, P. I., & Wulandari, P. K. (2025). Social justice and public integrity: Evaluation of the Pertamina corruption case from the Pancasila perspective. Qoumun: Journal of Social and Humanities, 1(1), 27–33.

Rokimin, Novita, M., Manaf, S., Suryono, F., ZH, M. H. R., Thaariq, Z. Z. A., & Ubaedullah, D. (2026). Digital leadership and AI integration in higher education: Toward a holistic framework for sustainable quality education. TADBIRUNA, 5(2), 124–138.

Sofwan Manaf, Rokimin, & Siregar, F. (2023). Strategi peningkatan kualitas tahfidz Al-Qur'an di Pondok Pesantren. Edukasiana: Journal of Islamic Education, 2(2), 204–212.

Ubaedullah, D., & Rokimin. (2025). Technology in Islamic education curriculum: Challenges and opportunities. Jurnal Al Burhan, 5(2), 369–391.

Diterbitkan
2026-04-25